Jumat, 13 Januari 2017

Motivasi Belajar




MAKALAH PSIKOLOGI AT-TA’LIMI
MOTIVASI BELAJAR

Dosen pengampu : Fitri Zakiyah



Disusun oleh :
RINA NUR USWATUN HASANAH (20140820032)
HARIZAHTUL NADIAH (20140820033)


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2015

KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, Kami dapat menyelesaikan makalah Psikologi Pendidikan dengan baik dan lancar .
Makalah ini disusun untuk membantu mengembangkan kemampuan pemahaman pembaca terhadap motivasi belajar. Pemahaman tersebut dapat dipahami melalui pendahuluan , pembahasan masalah , serta penarikkan garis kesimpulan dalam makalah ini .
Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Ustadzah Fitri Zakiyah selaku dosen mata kuliah Psikologi Pendidikan yang telah memberikan kesempatan kepada kami  untuk berkarya menyusun makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Kritik dan saran kami harapkan dari seluruh pihak untuk membantu memperbaiki makalah ini yang selanjutnya.
.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
                                                 

Yogyakarta,25 November 2015


Penyusun












DAFTAR ISI




   





Belajar bukan hanya sekedar kegiatan biasa. Melainkan merupakan kegiatan mental yang ditandai dengan adanya perubahan dari segi pengetahuan,tingkah laku, kemampuan, dan ketrampilan murid.
Motivasi adalah suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut (wldkowski:1985).
Sukses bertumpu pada 2 hal yaitu kemampuan dan kemauan. Sukses belajar misalnya sangat tergantung pada ketrampilan belajar yang dimiliki dan seberapa kuat ia mau menggunakannya. Tingkat kemauan atau motivasi orang berbeda-beda. Karena alasan (motif) yang berkait dengan kebutuhan untuk kegiatan yang sama, dapat berbeda-beda.

Di dalam kegiatan belajar banyak sekali rasa jenuh atau hilang semangat yang sering dirasakan oleh murid. Oleh karena itu sangat dibutuhkan sekali yang namanya motivasi belajar . Dan sebagai guru atau calon guru kita harus mampu memotivasi para murid agar mereka selalu semangat dalam kegiatan belajar agar dapat tercapainya sesuatu atau hasil yang sesuai dengan harapan.


1.    Apakah motivasi belajar itu?
2.    Bagaimana prespektif mengenai motivasi?
3.    Apa saja jenis-jenis motivasi?
4.    Apa saja tujuan motivasi?
5.    Apa saja fungsi motivasi?


1.    Mengetahui definisi motivasi belajar.
2.    Mengetahui prespektif mengenai motivasi.
3.    Mengetahui jenis-jenis mtivasi.
4.    Mengetahui tujuan motivasi.
5.    Mengetahui fungsi motivasi. 







           Beberapa pendapat tentang motivasi :
1.        Menurut  James O. Whittaker, definisi motivasi di bidang psikologi adalah kondisi atau keadaan yang mengaktifkan atau memberi dorongan kepada makhluk untuk bertingkah laku mencapai tujuan yang ditimbulkan oleh motivasi tersebut.
2.        Menurut Frederick J. Mc Donald, motivasi adalah perubahan tenaga di dalam diri seseorang yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi mencapai tujuan.
3.        Menurut Clifford T. Morgan,  motivasi bertalian dengan 3 hal yaitu keadaan yang mendorong tingkah laku (motivating states), tingkah laku yang di dorong oleh keadaan tersebut (motivated behavior), dan tujuan dari tingkah laku tersebut (goals or ends of such behavior)[1].

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah proses yang memberikan energi,arahan dan mempertahanan perilaku[2]. Sehingga motivasi belajar adalah suatu dorongan yang diberikan oleh guru atau orang tua terhadap murid untuk membentuk semangat siswa dalam belajar.

    2.     Prespektif mengenai motivasi

Prespektif psikologis menjelaskan motivasi dengan cara yang berbeda. Prespektif ini terbagi menjadi 4 yaitu:[3]

a.    Prespektif prilaku

Prespektif perilaku menekankan imbalan dan hukuman eksternal seiring dengan kunci penentu motivasi siswa. Contoh : ketika siswa menampilkan karya mereka, maka seorang guru memberi sertifikat prestasi,menempatkan mereka dalam daftar siswa berprestasi dan menyebutkan prestasi mereka secara lisan.
b.    Prespektif humanistik

Prespektif humanistik menekankan kemampuan pertumbuhan pribadi siswa, kemerdekaan utuk memilih takdir dan sifat positif. Prespektif ini sangat erat kaitannya dengan keyakinan abraham maslow (1954,1971) bahwa terdapat kebutuhan dasar harus dipenuhi sebelum kebutuhan yang lebih tinggi dapat dipuaskan. Menurut hierarki kebutuhan maslow, kebutuhan individu terpuaskan berdasarkan urutan dibawah ini :
ü Fisiologis. ex: lapar,haus dan tidur.
ü Keamanan. Ex : menjamin kelangsungan hidup, seperti perlindungan dari perang dan kejahatan.
ü Cinta dan rasa memiliki. Ex : keamanan, kasih sayang, dan perhatian orang lain.
ü Penghargaan. Ex : merasa baik tentang diri sendiri.
ü Aktualisasi diri. Ex : realisasi yang potensial.

c.    Prespektif kognitif

Menurut prespektif kognitif terhadap motivasi, pikiran siswa mengarahkan motivasi mereka. Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi lonjakan minat yang besar terhadap prespektif ini (anderman & dawson, 2011; Elliot dkk., 20), yang berfokus pada berbagai gagasan seperti : motivasi internal siswa untuk berprestasi,atribusi mereka dan keyakinan bahwa mereka dapat mengendalikan lingkungan secara efektif. Prespektif kognitif juga menekankan pentingnya penetapan tujuan, perencanaan, dan pemantauan kemajuan menuju sasaran (urdan,2010).
Dengan demikian, jika prespektif perilaku melihat insentif eksternal yang menyebabkan motivasi siswa, prespektif kognitif berpendapat bahwa tekanan eksternal tidak harus ditonjolkan.

d.    Prespektif sosial

Kebutuhan afiliasi, atau keterkaitan adalah motif untuk terhubung dengan orang lain. Hal ini terkait dengan membangun, memelihara, dan memulihkan hubungan pribadi yang dekat dan hangat. Kebutuhan siswa akan afiliasi atau keterkaitan tercermin dalam motivasi mereka menghabiskan waktu dengan teman sebaya, sahabat dekat,keterikatan mereka dengan orangtua, dan keinginan mereka untuk memiliki relasi positif dengan guru (Grolnick, Friendly, & Hellas,2010; Flamm & Zhang,2010)

Motivasi terbagi menjadi 2 yaitu : motivasi ekstrinsik dan motivasi instrinsik.
Beberapa pendapat tentang definisi motivasi ekstrinsik :

·         Menurut A.M. Sardiman (2005:90) motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya rangsangan dari luar.
·         Sedangkan menurut Rosjidan etal (2001:51) motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang tujuan-tujuannya terletak diluar pengetahuan, yakni tidak terkandung di dalam perbuatan itu sendiri.
·         Dalam buku John W. Santrock “educational psychology” menjelaskan bahwa Motivasi ekstrinsik adalah motivasi eksternal untuk melakukan sesuatu agar mendapatkan sesuatu yang lain (sarana untuk mencapai tujuan). Motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insentif eksternal.
Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dan berfungsi karena adanya pengaruh dari luar. Motivasi ekstrinsik meliputi : belajar untuk mengungguli orang lain, belajar demi memenuhi kewajiban dan tanggung jawab serta belajar untuk menghindari kegagalan. Contoh, menjelang ujian seorang siswa belajar keras agar dapat mengerjakan ujian dengan mudah sehingga ia mendapatkan nilai yang baik.
Dalam kegiatan belajar mengajar motivasi ekstrinsik tetap penting, sebab kemungkinan besar keadaan siswa dinamis dan berubah-ubah, sehingga sangat di perlukan motivasi ekstrinsik, karena motivasi ekstrinsik juga dapat menjadi suatu faktor pendorong[4]

Ø  Bentuk motivasi belajar ekstrinsik antara lain: [5]

a.     Belajar demi kewajiban.
b.     Belajar demi menghindari hukuman yang di ancamkan.
c.     Belajar demi memperoleh hadiah material yang dijanjikan.
d.    Belajar demi meningkatkan gengsi sosial.
e.    Belajar demi memperoleh pujian dari orang yang terpenting,  misalnya guru atau orang tua.
f.     Belajar demi tuntutan jabatan yang ingin dipegang atau demi memenuhi persyaratan kenaikan jenjang atau golongan administratif.

Ø    Bligh (1971) dan sass (1989) mengungkapkan bahwa motivasi siswa dalam belajar dipengaruhi oleh :

a.    Ketertarikan siswa pada mata pelajaran.
b.    Persepsi siswa tentang penting atau tidaknya materi tersebut.
c.    Semangat untuk meraih pencapaian.
d.   Kepercayaan diri siswa.
e.    Penghargaan diri siswa.
f.     Pengakuan orang lain.
g.    Besar kecilnya tantangan.
h.    Kesabaran.ketekunan.
i.      Tujuan hidup yang hendak dicapai oleh siswa.

Ø  Motivasi eksternal dapat ditimbulkan melalui : [6]

a.    Menggunakan berbagai insentif, baik yang bertujuan supaya siswa mempertahankan prilaku yang tepat maupun yang bertujuan agar siswa menghentikan perilaku yang tidak tepat.
b.    Mengoreksi dan mengembalikan pekerjaan ulangan dan pekerjaan rumah dalam waktu sesingkat mungkin, disertai komentar spesifik mengenai hasil pekerjaan itu dalam bentuk kata-kata atau nilai.
c.    Menggunakan berbagai bentuk kompetisi atau persaingan dalam kombinasi kegiatan belajar koperatif.

Beberapa pendapat tentang definisi motivasi instrinsik :
·         Menurut syaiful bahri (2002:115) motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau fungsinya tidak memerlukan rangsangan dari luar.
·         Sedangkan menurut Sobry Sutikno (2007) motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam diri individu tanpa ada paksaan atau dorongan dari orang lain.
·         Dalam buku John W.Santrock “educational psychology” menjelaskan bahwa Motivasi instrinsik adalah motivasi internal dalam melakukan sesuatu demi minat sendiri (tujuan itu sendiri) tanpa memerlukan rangsangan.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi instrinsik adalah motivasi yang tidak memerlukan rangsangan dari luar. Contoh,menjelang ujian seorang siswa belajar keras karena ia menikmati pelajaran tersebut.
Aktivitas yang di dorong oleh motivasi instrinsik lebih sukses dari pada yang di dorong oleh motivasi ekstrinsik, oleh karena itu kita sebagai guru atau calon guru harus mampu menimbulkan seluas mungkin motivasi instrinsik itu pada anak didik kita. [7]
Dalam prespektif kognitif, motivasi yang lebih signifikan bagi siswa adalah motivasi instrinsik karena lebih murni dan langgeng serta tidak bergantung pada dorongan atau pengaruh orang lain. Dorongan mencapai masa depan, umpamanya : memberi pengaruh lebih kuat dan relatif lebih langgeng dibandingkan dengan dorongan hadiah atau keharusan dari orang tua atau guru.[8]
Konsep motivasi instrinsik mengidentifikasi tingkah laku seseorang yang merasa senang terhadap sesuatu, apabila ia senang terhadap kegiatan itu, maka ia termotivasi untuk melakukan kegiatan tersebut.[9]
Ø  Faktor-faktor yang dapat menimbulkan motivasi instrinsik yaitu :
·         Adanya kebutuhan.
·         Adanya pengetahuan tentang kemajuan dirinya sendiri.
·         Adanya cita-cita atau aspirasi.

Ø  Jenis-jenis motivasi instrinsik :

1.        Determinasi diri.
Dalam pandangan ini, siswa ingin percaya bahwa mereka melakukan sesuatu karena kemauan sendiri, bukan karena kesuksesan atau imbalan eksternal. Disini, motivasi internal dan minat instrinsik dalam tugas sekolah naik apabila siswa punya pilihan dan peluang untuk mengambil tanggung jawab personal atas pembelajaran mereka.
2.        Pilihan personal.

Pengalaman optimal ini berupa perasaan senang dan bahagia yang besar. Pengalaman optimal ini kebanyakan terjadi ketika yang merasa mampu menguasai dan berkosentrasi penuh saat melakukan suatu aktivitas. Pengalaman optimal ini terjadi ketika individu terlibat dalam tantangan yang mereka anggap tidak terlalu sulit tetapi juga tidak terlalu mudah.


Ø  Cara menanamkan dan mengembangkan motivasi instrinsik : [10]
1.    Menjelaskan kepada siswa manfaat dan kegunaan bidang studi yang di ajarkan, khususnya bidang studi yang biasanya tidak menarik minat siswa.
2.    Menunjukkan antusiasme dalam mengajarkan bidang studi yang diampu dan menggunakan prosedur didaktis yang sesuai dan cukup bervariasi.
3.    Melibatkan siswa dalam sasaran yang ingin di capai dalam proses belajar mengajar.
4.    Menciptakan iklim dan suasana dalam kelas yang dapat memenuhi motivasional pada siswa, baik mereka yang mengalami ketakutan yang positif maupun negatif.

Secara umum tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu.
Contoh : seorang manajer, tujuan motivasi ialah menggerakkan pegawai atau bawahan dalam usaha meningkatkan prestasi kerjanya sehingga tercapai tujuan organisasi yang di pimpinnya.
Dari contoh di atas, jelas bahwa setiap tindakan motivasi mempunyai tujuan. Makin jelas tujuan yang di harapkan atau yang akan di capai, makin jelas pula bagaimana tindakan memotivasi itu di lakukan. Tindakan memtivasi akan lebih dapat berhasil jika tujuannya jelas dan di sadari oleh yang di motivasi, serta sesuai dengan kebutuhan orang yang di motivasi. Oleh karena itu, setiap orang yang akan memberikan motivasi harus mengenal dan memahami benar-benar latar belakang kehidupan, kebutuhan, dan kepribadian orang yang akan dimotivasi.

1.    Sebagai pendorong untuk berbuat sesuatu dari setiap aktivitas yang dilakukan.
2.    Penentu arah perbuatan yakni ke arah tujuan yang ingin di capai.
3.    Alat pengaruh prestasi belajar.
4.      Menyeleksi perbuatan.
5.      Pendorong usaha untuk mencapai prestasi.
6.      Motivasi selalu bertalian dengan suatu tujuan.
7.      Sebagai pengoptimal hasil belajar.



    1.     Kesimpulan


Motivasi adalah proses yang memberikan energi,arahan dan mempertahanan perilaku Motivasi terbagi menjadi 2 yaitu : motivasi ekstrinsik dan motivasi instrinsik. motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dan berfungsi karena adanya pengaruh dari luar. Sedangkan motivasi instrinsik adalah motivasi yang tidak memerlukan rangsangan dari luar.
Tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu.
Fungsi motivasi adalah sebagai pendorong untuk berbuat sesuatu dari setiap aktivitas yang dilakukan dst. Unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar ada 2 macam yaitu faktor internal dan eksternal. Motivasi sangat penting bagi guru dan siswa dalam kesuksesan proses belajar mengajar.








Soemanto,Wasty, Drs. M.Pd.psikologi pendidikan.Jakarta: penerbit Rineka Cipta,2012

Santrock, John W..educational psychology.penerbit: Salemba humanika
Sutikno,M.Sobry,Dr.,Belajar dan Pembelajaran.Bandung: Prospect, 2009

Djamarah,Syaiful bahri,psikoloi belajar,jakarta:pt.rineka cipta,2002

Tadjab M.A, ilmu jiwa kependidikan,surabaya, karya abditam,1994

Winkel,W.S  psikologi pengajaran,Yogyakarta : media abadi

Syah,Muhibbin,psikologi pendidikan dengan pendekatan baru, bandung:rsa karya,1995

B,Hamzah, teori motivasi dan pengukurannya,jakarta :bumi aksara,2007


[1] Drs.Wasty soemanto,M.Pd.psikologi pendidikan.Hal:206
[2] John W.Santrock.educational psychology.bab13.hal:165
[3] John W.Santrock.educational psychology.bab13.hal:165-167

[4] Tadjab ma, ilmu jiwa kependidikan,surabaya, karya abditam,1994
[5] W.S Winkel psikologi pengajaran,yogyakarta : media abadi,hlm: 195
[6] W.S Winkel psikologi pengajaran,yogyakarta : media abadi,hlm: 205-206
[7] Sumadi suryabrata,psikologi pendidikan hlm:73
[8] Muhibbin syah,psikologi pendidikan dengan pendekatan baru, bandung:rsa karya,1995,hlm:137
[9] Hamzah B, teori motivasi dan pengukurannya,jakarta :bumi aksara,2007
[10] W.S Winkel psikologi pengajaran,yogyakarta : media abadi,hlm: 205

0 komentar:

Posting Komentar